Jumat, 17 Maret 2017 - 22:15:49 WIB
KPU SEBAGAI ALTERNATIF INSTITUSI DEMOKRASI
Diposting oleh Admin KPU :
Kategori: Berita KPU Provinsi NTB - Dibaca: 434 kali

Mataram, NTB - Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Juri Ardiantoro mengungkapkan, tantangan menjadi bagian dari Sumber Daya Manusia (SDM) KPU tidak hanya menjadi profesional saja, tetapi juga dituntut memiliki nilai lebih yaitu kepemimpinan kreatif, inspiratif dan inovatif, Rabu (15/3).

"Kalau hanya sekedar menjalankan pemilu kita bisa. Tapi tantangan bukan itu saja, maka mestinya SDM kita itu harus ditambah, tidak hanya profesional, tapi juga punya nilai plus," ungkap Juri.

Penguatan Sumber Daya Manusia di KPU mempunyai peranan yang penting dalam memperkuat Demokrasi di Indonesia. Bahkan menurut Juri, KPU tidak hanya ditantang sebagai Penyelenggara pemilu yang baik dan berintegritas, tapi bisa menjadi alternatif institusi yang mengisi kekosongan yang selama ini di klaim institusi demokrasi tapi tidak maksimal menjalankan tugas dan kewajibannya.

"Sudah banyak survey yang membuat indikator kinerja lembaga demokrasi tersebut dan sebagian besar penilaian justru memprihatinkan. Institusi yang selama ini kita anggap sebagai pilar demokrasi, justru menjadi problem itu sendiri," tutur Mantan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Juri dalam Rapat Koordinasi Bidang SDM KPU yang bertemakan Penguatan SDM KPU Untuk Peningkatan Kualitas Penyelenggara Pemilu yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 15 - 17 Maret 2017.

Dalam kesempatan itu,Juri membeberkan banyaknya prestasi dan indikator yang membuktikan KPU bisadijadikan sebagai institusi demokrasi, seperti isu transparansi dan penghargaan Bintang Penegak Demokrasi yang diperoleh oleh Almarhum Husni Kamil Manik

"Salah satu prestasi yang dapat dibanggakan oleh KPU adalah selama ini KPU telah dijadikan sebagai tempat belajar dari negara luar sebagi penyelenggara Pemilu yang demokratis dan terbuka. Sehingga, peningkatan kualitas SDM itu penting," tegas Juri kembali mengingatkan.
Sementara itu, Komisioner KPU lainnya Ferry Kurnia Rizkiyansyah menekankan pentingnya membangun soliditas antar personel di kelembagaan KPU. Setiap personel di KPU juga harus bekerja dan berfkir secara kreatif serta membangun pemilu inklusif yang melibatkan peran serta masyarakat dan seluruh stakeholder.

"Bagaimana kita mempunyai ide dan bekerja secara out of the box, itu yang harus kita kembangkan," Kata Ferry.Hadir pada Rakor tersebut Anggota KPU Hasyim Asy'ari, Sigit Pamungkas, dan Arief Budiman, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman hakim, 34 KPU Provinsi, Pejabat dan staf di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU. Rakor ini juga membahas isu-isu penguatan kepegawaian mulai dari KPU pusat hingga ke tingkat bawah. (ook/ajg/red. Foto: Ook/HupmasKPU)

Sumber: kpu.go.id


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)