, 30 Oktober 2017 - 00:00:00 WIB
TAHAPAN PILGUB NTB 2018 RESMI DILUNCURKAN, TAGLINE: "PEMILIHAN BEBAS SARA DAN INTIMIDASI"
Diposting oleh Admin KPU :
Kategori: Berita KPU Provinsi NTB - Dibaca: 143 kali

Mataram - NTB, Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTB secara resmi meluncurkan Tahapan Pemilihan Gubernur da Wakil Gubernur NTB Tahun 2018, Sabtu (28/10). Peluncuran diitandai dengan Penabuhan Gendang Belek oleh Komisioner KPU RI Pramono Tantowi Ubaid, Sekretaris Daerah Prov NTB Rosyadi Sayuti, dan Ketua KPU Prov NTB Lalu Aksar Ansori, didampingi FORKOMINDA Prov NTB.

Peluncuran Tahapan bertepatan dengan memontum peringatan hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober yang ke 89, yang tentunya akan menjadi spirit dan energi masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk penuh semangat, penuh antusias, dan penuh rasa gembira menyambut perhelatan kontestasi politik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahaun 2018.

Anggota KPU RI Pramono Tantowi Ubaid mengatakan, Pemilu adalah kompetisi politik untuk memperebutkan jabatan politik, karena ada kompetisi disana ada persaingan, ada pertarungan sehingga rawan terjadi konflik. Pemilu merupakan cara untuk mengatur persaingan politik dengan koridor demokrasi dan aturan hukum. Jika tidak ada koridor dan aturan hukum maka persaingan politik akan berubah menjadi anarkis, dan itu pasti, tutur Pramono.

Oleh karena itu, seluruh jajaran penyelenggara pemilu harus bekerja penuh profesionalitas, integritas, dan adil. "Seperti kalam ilahi yang dibacakan di awal acara, yakni surat anisa ayat 58, yang artinya Allah menyuruh kita untuk menunaikan amanah kepada yang berhak. KPU harus menyampaikan amanah penyelenggaraan Pilgub NTB ini kepada yang berhak yakni seluruh masyarakat NTB, seluruh pemilih WNI di NTB. Warga NTB berhak mendapatkan pemimpin yang adil, yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat", sambung Pramono.

Sementara itu Sekretaris Daerah Prov NTB Rosyadi Sayuti menyampaikan, dalam kaidah fiqihnya, Pemilu merupakan suatu instrumen demokrasi yang mempunyai visi yang sangat mulia yakni dalam rangka kita memilih, dan dalam rangka menjemput takdir untuk mendapatkan, pemimpin-pemimpin yang berkualitas.

Cukup panjang proses tahapan pemilihan dan rambu-rambu yang ditetapkan, yang berimbas pada sumber daya dan sumber dana yang dikontribusikan, ujung-ujungnya tujuannya adalah untuk mendapatkan sosok pemimpin yang berkualitas, atau hadirnya sosok pemimpin ideal yang diharapkan memimpin masyarakat NTB.

Sementara itu Ketua KPU Prov NTB Lalu Aksar Ansori mengutarakan, menjadi komitmen KPU Prov NTB untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan penuh profesional, intergritas, dan independen di seluruh tahapan Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernut NTB Tahun 2018 ini.

"Kami memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh peserta pemilihan, partai politik, bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Tim Kampanye atau Tim Pemenangan, dan semua pihak yang mendukung pasangan calon", tuturnya

Ia berharap peserta pemilihan dapat bermitra dengan KPU Prov NTB diseluruh rangkaian tahapan Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018, untuk mengawal bersama-sama Tahapan agar berjalan dengan penuh integritas. "Kami berkewajiban memberikan penjelasan se detail-detailnya secara adil dan setara untuk seluruh peserta", sambungnya

Selain itu, Ia juga meminta agar masyarakat bersama-sama menciptakan Tahapan Pemilihan yang berintegritas, jangan sampai ada soal-soal administratif, prosedur dan bahkan ada soal-soal yang tidak substantif yang dapat melukai tahapan Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018.

Pada Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018 kali ini, ada syarat yang cukup baru yaitu identitas yang digunakan adalah KTP Elektronik atau Surat Keterangan (SUKET). Ia berharap pemerintah memberikan dukungan maksimal baik itu Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota untuk sama-sama menuntaskan Daftar Pemilih melalui perekaman KTP elektronik, sehingga hak konstitusional seluruh warga di Provinsi NTB dapat dipenuhi secara bersama-sama.

Kami mengajak seluruh komponen masyarakat atau stakeholder untuk merasa memiliki pemilihan ini. Menurutnya Pemilihan ini bukan semata milik penyelenggara dan peserta, tetapi milik warga NTB semua. “Penyelenggara pemilihan di 10 Kab/Kota, 116 Kecamatan, 1.137 Desa/Kelurahan, dan 8.336 TPS tidak mungkin untuk hadir setiap waktu di seluruh wilayah tersebut. Untuk itu kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk hadir bersama-sama dengan KPU.

Oleh Karena itu KPU mengajak semua pihak baik itu ormas, perguruuan tinggi, komunitas masyarakat, termasuk juga Aparat Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan perangkat desa untuk hadir bersama-sama dengan penyelenggara Pemilihan.

KPU Prov NTB berkomitmen menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilihan secara terbuka dan transparan. Seluruh Pedoman Teknis dan Keputusan KPU Prov NTB dapat diakses semua pihak, sehingga apapun yang menjadi kebijakan-kebijakan KPU Prov NTB dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, tidak hanya kepada Bawaslu saja.

Pada Pemilihan ini KPU Prov NTB menggunakan Sistem Informasi atau teknologi informasi dimana masyarakat dapat dengan mudah mendapat informasi dari seluruh Tahapan Pemilihan.

KPU Provinsi NTB juga terbuka terhadap saran dan kritik, bahkan jika ada soal-soal prosedur yang menjadi kelalaian dari seluruh penyelenggara, menjadi kewajiban Bawaslu untuk mengevaluasi secara konstruktif agar seluruh berjalan sesuai koridor.

Ia berharap kepada seluruh penyelenggara adhook di tingkat bawah baik itu PPK, PPS dan KPPS, masyarakat agar dapat membantu jika ada tugas dan tanggungjawabnya yang bertentangan dengan nilai-nilai sebagai penyelenggara pemilihan yang independen.

Sementara itu dalam rangkaian acara peluncuran Pilgub NTB ini, dipentaskan juga atraksi kesenian dari Suku Mbojo, Samawa dan sasak. Tidak ketinggalan atrakasi penampilan kreasi gerak dan pembecaan puisi oleh pemilih pemula yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) Prov NTB, dimana dibagian akhir membentangkan rangkaian huruf bertuliskan “Pemilihan Bebas Sara dan Intimidasi", yang menjadi tagline pilgub NTB 2018.

Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya mengatakan tampilan atraksi kesenian termasuk pembaca kalam ilahi dari Mbojo, Samawa dan Sasak, serta atraksi pemilih pemula termasuk pelibatan Disabilitas merupakan manifestasi bahwa pilgub NTB 2018 merupakan milik seluruh komponen masyarakat NTB dari Ampenan diujung barat hingga Sape diujung timur wilayah NTB.

Pelibatan pemilih pemula dalam peluncuran ini dan Disabilitas dalam peluncuran ini, buka karena dimobilisasi, tetapi mereka sendiri yang meminta ikut berpartisipasi. KPPD mengajak generasi muda NTB untuk turut mensukseskan tahapan Pilgub NTB Tahun 2018 dengan ikut memberikan hak suara pada tanggal 27 Juni 2018 dan menolak Golput. Semoga hal ini akan memacu semangat pemilih pemula dan disabilitas, agar tingkat partisipasi kedua segmen ini semakin meningkat dalam pilgub NTB 2018, harap Ansori Wijaya.

Dalam peluncuran tahapan ini diserahkan juga penghargaan kepada pemenang 1, 2, dan 3 Lomba Cipta Jingle dan Maskot Pilgub NTB 2018. Maskot Pilgub NTB Tahun 2018 ini bernama Si Meton yang berfilosofi, yakni maskot yang terlahir dari perbedaan Suku, perbedaan agama, dan perbedaan pandangan politik. Si Meton merupakan menjangan, hewan yang menjadi icon dari NTB. Si Meton memiliki tanduk yang menyimbolkan tiga suku besar di Pulau Lombok dan Sumbawa yang dibagi berdasarkan bahasa dan istiadat yang digunakan yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo.



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)