Minggu, 18 Februari 2018 - 00:00:00 WIB
DEKLARASI KAMPANYE DAMAI DAN BERINTEGRITAS
Diposting oleh Admin KPU :
Kategori: Berita KPU Provinsi NTB - Dibaca: 254 kali

Dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, KPU provinsi NTB hari ini (18/2) menggelar Deklarasi Kampanye Damai dan Beritegritas.

Deklarasi Kampanye Damai dihadiri oleh keempasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, yakni Moh.Suhaili FT - Muhammad Amin (Suhaili-Amin); Ahyar Abduh - Mori Hanafi (Ahyar-Mori); Zulkieflimansyah - Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi); serta Moch Ali Bin Dachlan - Lalu Gede Sakti Amir Murni (Ali-Sakti).

Deklarasi diawali dengan Pembacaan Pernyataan Sikap yang dipandu oleh Anggota KPU Provinsi NTB Yan Marli, dilanjutkan pendatanganan Pernyataan Sikap oleh masing-masing Paslon serta saksi-saksi.

Rangkaian kegiatan berikutnya yaitu pelepasan burung merpati oleh masing-masing calon dan pelepasan Balon oleh KPU provinsi NTB.

bagian akhir dari kegiatan Deeklarasi Kampanya Damai yaitu Pawai Kendaraan Roda 4, dimana masing-masing paslon mengikutkan 11 kendaraan roda 4, dengan menyusuri jalan dari depan Kantor KPU provinsi NTB menuju Sweta berputar melalui jalan Sriwijaya menuju Ampenan dan kembali ke Kantor KPU provinsi NTB.

mengajak para calon gubernur dan wakil gubernur peserta pemilihan kepala daerah NTB 2018 memanfaatkan masa kampanye untuk menyampaikan gagasan dan program pembangunan ke pada pemilih dalam acara deklarasi kampanye damai di Mataram, Minggu.

Rangkaian acara Deklarasi Kamoanye Damai juga dimeriahkan oleh atraksi Marcing Band SMA Hang Tuah Ampenan, atraksi seni tradisional Gendang Belek Group Lestari dengan pemain terdiri dari Gabungan anggota Polda NTB dan Prajurit Korem 162/Wirabhakti. Tidak kalah memukau adalah pembacaan puisi oleh Baiq Aulia, siswa SMA 5 mataram yang juga merupakan anggota Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi Provinsi NTB.

Pada acara tersebut, Ketua KPU Provinsi NTB mengatakan Deklarasi ini bukan hanya pada tataran penandatanganan pernyataan melalui kata-kata. Tetapi apa yang disampaikan itu memang lahir dari hati para calon pemimpin daerah untuk memberikan keteladanan terhadap masyarakat dan keteladanan dalam ekspresi visi-misi-program pasangan calon.

"Mari jadikan pilkada ini sebagai ajang adu gagasan dan program, sehingga masyarakat bisa menyimpulkan siapa yang terbaik", kata Lalu Aksar.

Dikatakannya, kampanye merupakan tahapan terpanjang dalam pemilihan kepala daerah dimana para calon akan melalui masa kampanye dari tanggal 15 Pebruari sampai 23 Juni 2018 untuk menemui masyarakat di seluruh pelosok NTB dan menyampaikan visi-misi dan program mereka.

Pada masa kampanye, sudah semestinya menjadi ruang pendidikan bagi masyarakat pemilih dan bukan malah menjadi ajang untuk saling mengungkap kejelekan dan kebencian serta menjatuhkan dan menyudutkan pihak lain menggunakan isu suku, ras, agama dan antar golongan.

0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)