DRAMA PILKADA KOTA MATARAM

Foto untuk : DRAMA PILKADA KOTA MATARAM
Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan tempat berkumpulnya elit politik, elit kampus, elit birokrasi, elit pengusaha, elit agama, serta elit sosial lainnya. Kota Mataram merupukan permukiman orang-orang pintar di NTB. Karena itu, Kota Mataram menyimpan daya tarik bagi setiap masyarakat NTB untuk menempatinya, entah untuk tinggal menetap, singgah, atau sebagai transit menuju daerah lainnya. Kota Mataram merupakan kota dengan tingkat kemajemukan yang tinggi, seluruh agama, suku, budaya berasimilasi dan hidup dalam keharmonisan. Toleransi atas perbedaan yang begitu tinggi menyebabkan setiap orang dari mana-pun bertahan hidup di kota mungil ini. Kehidupan politik Kota Mataram sangat landai, dari pemilu ke pemilu tidak pernah terdengar kerusuhan, konflik, maupun keributan lainnya. Entah karena masyarakatnya tidak peduli politik atau karena melek politik mereka sudah cukup tinggi di banding daerah lain, Kota Mataram selalu menampilkan kesejukan di tengah kabupaten/kota lain sedang bergejolak. Sesuai dengan mottonya sebagai Kota Relegius, Kota Mataram selalu menyimpan kedamian, menyapa setiap orang dengan keramahannya, menebarkan senyum penuh persaudaraan, hingga setiap orang mendapatkan kedamian di kota ini. Deretan pujian itu merupakan kesan berarti untuk Kota Mataram. Memasuki tahapan pesta demokrasi pemilihan Walikota tahun 2015, Kota Mataram mendadak mengalami perubahan wajah. Kehidupan politiknya yang statis tiba-tiba menjadi dinamis, penuh ketegangan, menghilangkan kesan Kota Mataram sebelumnya. Adalah Dr.Rosiadi Sayuti bersama Kasdiono yang mendapat dukungan dari PDIP, Demokrat, dan Gerindra tampil sebagai penantang pasangan incumbent Ahyar Abduh dan Mohan…. Seluruh penjuru, pinggiran hingga tengah Kota dipadati baliho sang penantang. Sebagian publik mulai membuat spekulasi, pilkada 2015 di Kota Mataram akan berlangsung sangat kompetitif. Tanggal 26 Juli 2015, pasangan Ahyar Abduh dan Mohan yang disebut paket AMAN mendaftar ke KPU Kota Mataram. Paket ini duusung oleh sejumlah partai politik, yakni; PKS, PBB, Nasdem, Hanura, PAN, Golkar, PPP, dan PKB. KPU Kota Mataram menerima pendaftaran paket AMAN dengan mengeluarkan PPP dan PBB dari kelompok partai pengusung. PPP dikeluarkan karena surat pencalonan hanya di tanda tangani oleh kubu Romy, sedangkan PBB karena partai ini tidak memiliki kursi di DPRD Kota Mataram. Meskipun demikian, paket AMAN masih memiliki % dukungan sesuai ketentuan undang-undang. Tak disangka… tak diduga… tanggal 28 Juli 2015, sebagai hari terakhir masa pendaftaran. Setelah ditunggu sampai dengan pukul 16.00 WITA, paket RIDHO urung mendaftar di KPU Kota Mataram. Ketua KPU Kota Mataram H.Ainul Asikin bersama anggota komisioner KPU Kota Mataram menutup pendaftaran. Pada bagian lain bertempat di Gedung Narmada Center paket RIDHO melakukan deklarasi namun tidak mendaftar. Setelah selesai deklarasi peket RIDHO bersama partai pendukung, tim pemenangan dan simpatisan pulang ke rumah masing-masing. Publik Kota Mataram dibuat kebingungan, berbagai spekulasi muncul, mulai dari bertanya mengapa paket RIDHO yang semula begitu bersemangat tiba-tiba tidak mendaftar, hingga keresahan terhadap ketiadaan Wali Kota Mataram hasil pemilu sampai 2017. KPU Kota Mataram juga tidak luput dari tekanan. Ada yang menuduhnya kurang sosialisasi hingga kurang cermat. Menanggapi tuduhan itu, Divisi Sosialisasi Agus, M.Si menyebutkan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Mataram sudah maksimal, sudah bagus, tetapi ini adalah permasalahan di luar KPU, imbuh Agus. Dengan rinci Agus menjelaskan bahwa persoalan pilkada tahun 2015 ini tidak lepas dari politik kepartaian yang sangat dinamis. Undang-undang pemilukada kita juga masih memiliki banyak catatan kelemahan. Tentu KPU tidak memiliki kekuatan untuk bermain pada level pembuatan undang-undang. Nah sekarang begitu pasangan calonnya kurang dari dua, ya PKPU 12 tahun 2015 memberikan solusi untuk melakukan perpanjangan, kata Agus. Tentu saja kita berharap pada masa perpanjangan itu akan ada pendaftar, apabila tidak ada kita lihat kebijakan dari KPU RI. Yang pasti KPU RI dan Bawaslu, serta pemerintah pasti menemukan solusi, harap Agus. Sementara itu ketua KPU Kota Mataram H.Ainul Asikin juga menambahkan KPU Kota Mataram akan melakukan pleno untuk memperpanjang masa pendaftaran dari tanggal 1 hingga 3 Agustus, 2015. Tadi itu kan pleno penutupan pendaftaran, nah karena dari tanggal 26 hingga 28 Juli hanya ada satu paslon yang mendaftar, sesuai PKPU 12 tahun 2015, kita perpanjang masa pendaftaran, ujar Asikin. Bagaimana jika sampai dengan tanggal 3 Agustus tidak ada pendaftar? Tentu drama Pilkada Kota Mataram masih menarik untuk diikuti.
  • LALU AKSAR ANSHORI, SP
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.MPd., M.Pd
    Anggota KPU
  • H. ILYAS SARBINI, SH., MH
    Anggota KPU
  • SUHARDI SOUD, SE
    Anggota KPU
  • HESTY RAHAYU, ST., MM
    Anggota KPU
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • MUHAMMAD TAJUDDIN, S.Sos., MM
    KEPALA SUB BAGIAN TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • RIDWAN, S.Adm
    KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN LOGISTIK
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%
Cukup 0%
Perlu ditingkatkan 0%
 
Aplikasi Android PPID KPU Provinsi NTB
C1 PILEG 2014
C1 PILPRES 2014
Sidalih
E-PPID
E-JDIH
LOGISTIK
Pilkada 2015
website KPU Kota Mataram
KPU LOMBOK BARAT
KPU Lombok utara
KPU Lombok Tengah
KPU Lombok Timur
KPU Sumbawa Barat
KPU Sumbawa
KPU Dompu
KPU Kabupaten Bima
KPU Kota Bima