MANAGEMEN STRES KERJA Oleh Sansuri, S.Pt. MM (Ketua Divisi Teknis KPU Kab. Lombok Tengah)

Foto untuk : MANAGEMEN STRES KERJA Oleh Sansuri, S.Pt. MM (Ketua Divisi Teknis KPU Kab. Lombok Tengah)
Mengelola tenaga kerja harus tetap dalam kerangka mengakui, menghormati dan menjunjung tinggi  harkat dan martabat manusia. Tantangan utama yang harus dijawab dalam pengelolaan tenaga kerja adalah peningkatan kemampuan untuk menciptakan organisasi yang lebih baik dan mengelolanya dengan tingkat efesiensi, efektivitas, dan produktivitas yang semakin tinggi, sebagai wahana untuk mencapai berbagai tujuan. Untuk menjawab tantangan tersebut akan memunculkan permasalahan bagi pekerjanya sendiri. Karena dalam melakukan aktivitas pekerjaan tidak semuanya dapat  berjalan dengan lancar, terkadang muncul permasalahan yang berdampak terhadap pekerja dan pekerjaan yang dilaksanakannya. Dengan munculnya permasalahan-permasalahan akan dapat memicu efek yang berakibat pada kondisi yang tidak sesuai dengan  yang diharapkan. Salah satu efek buruk yang dapat ditimbulkan akibat munculnya permasalahan adalah stres dalam bekerja.

Menurut Szilagyi dalam Gitosudarmo, I.,Sudita I. N., (1997:50) menyatakan stres adalah pengalaman yang besifat internal yang menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan psikis dalam diri seseorang sebagai akibat dari faktor lingkungan eksternal, organisasi atau orang lain. Menurut Gibson et. all., (1996:339) menyatakan bahwa stres adalah suatu tanggapan penyesuaian,  diperantarai oleh perbedaan-perbedaan individual dan/atau proses-proses psikologis, akibat dari setiap tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan/atau fisik berlebihan kepada seseorang.

Berdasarkan pengertian ini ada tiga komponan utama dari stres yaitu komponen stimulus (lingkungan, organisasai dan individu), kompenen respon (frustasi atau gelisah) dan intraksi dari stimulus dan respon. Secara singkat dapat dikatakan bahwa stres kerja dapat ditimbulkan jika tuntutan pekerjaan tidak seimbang dengan kemampuan untuk memenuhi tuntutan tersebut sehingga menimbulkan stres kerja.
Seringkali pengelolaan stres yang kurang baik akan berakibat pada ketidak mampuan seseorang berintraksi secara positip dengan lingkungannya, baik dalam arti lingkungan pekerjaan maupun diluarnya. Karyawan dengan kondisi stres pada akhirnya akan berpengaruh pada produktivitas. Pada dasarnya berbagai sumber stres dapat digolongkan menjadi dua yaitu sumber yang berasal dari pekerjaan diantaranya (a) beban tugas yang terlalu berat, (b) desakan waktu, (c) iklim kerja yang menimbulkan rasa tidak aman, (d) frustasi yang timbul akibat intervensi orang lain, (e) konflik internal karyawan ataupun dengan pihak lain dan sumber dari luar pekerjaan yaitu  lingkungan kerja.

Stres kerja  memiliki arti yang berbeda pada tiap individu tergantung pada bagaimana individu tersebut merespon masalah yang dihadapi, ada yang memiliki daya tahan yang tinggi dan ada yang rendah. Orang dengan kemampuan mengatasi stres tinggi akan mampu mengatasi stres yang dihadapinya sendiri, sedangkan orang dengan kemampuan yang lemah akan berdampak pada suatu kondisi mental dan emosional  serta kelelahan fisik. Karena stres yang berkelanjutan dan tidak teratasi dapat berakibat pada kesehatan kerja yang dapat berakibat depresi. Kurangnya kepedulian  terhadap pengelolaan stress kerja didalam lingkungan organisasi dapat berakibat buruk  pada individu yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja organisasi.

Pengelolaan stres dapat dilakukan melalui strategi pendekatan individual dan pendekatan organisasi. Strategi pendekatan individual yang telah terbukti efektif mencakup pelaksanaan teknik-teknik menagemen waktu, meningkatkan latihan fisik, pelatihan pengenduran (relaksasi) dan perluasan jaringan dukungan sosial. Strategi pendekatan organisasional yang mungkin dilaksanakan adalah perbaikan seleksi personil dan penempatan kerja, penggunaan penetapan tujuan yang realistis, perencanaan ulang pekerjaan, peningkatan keterlibatan karyawan, perbaikan komunikasi organisasi, dan peningkatan kesejahteraan karyawan. (san)
  • LALU AKSAR ANSHORI, SP
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.MPd., M.Pd
    Anggota KPU
  • H. ILYAS SARBINI, SH., MH
    Anggota KPU
  • SUHARDI SOUD, SE
    Anggota KPU
  • HESTY RAHAYU, ST., MM
    Anggota KPU
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • MUHAMMAD TAJUDDIN, S.Sos., MM
    KEPALA SUB BAGIAN TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • RIDWAN, S.Adm
    KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN LOGISTIK
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%
Cukup 0%
Perlu ditingkatkan 0%
 
Aplikasi Android PPID KPU Provinsi NTB
C1 PILEG 2014
C1 PILPRES 2014
Sidalih
E-PPID
E-JDIH
LOGISTIK
Pilkada 2015
website KPU Kota Mataram
KPU LOMBOK BARAT
KPU Lombok utara
KPU Lombok Tengah
KPU Lombok Timur
KPU Sumbawa Barat
KPU Sumbawa
KPU Dompu
KPU Kabupaten Bima
KPU Kota Bima