PILKADA DAMAI DAN DEMOKRATIS DI KABUPATE SUMBAWA, Oleh : Aryati (Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Sumbawa)

Foto untuk : PILKADA DAMAI DAN DEMOKRATIS DI KABUPATE SUMBAWA, Oleh : Aryati (Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Sumbawa)
Berbagai pihak memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap KPU Kabupaten Sumbawa karena mampu menghantarkan pemilihan bupati dan wakil bupati Sumbawa tahun 2015 dengan damai dan demokratis. Memang, tidak dipungkiri ada kerikil kerikil yang ditemui, akan tetapi itu adalah dinamika dalam berdemokrasi dan dapat diselesaikan dengan baik.

Menarik untuk melihat kesuksesan KPU Kabupaten Sumbawa dalam menghantarkan pilkada yang damai dan demokratis tahun 2015, dari dua sisi. Hal ini penting dilakukan sebagai sebuah upaya proses pembelajaran ke depan. Sisi pertama adalah penyelenggara pemilu, dan sisi kedua adalah pemilih yang cerdas dan partisipatif. Para pakar pemilu menyebutkan bahwa kedua faktor ini menjadi indikator pemilu/pemilukada yang dikatakan demokratis.

Pada sisi penyelenggara pemilu, KPU Sumbawa meyakini bahwa pemilukada yang damai dan demokratis harus diawali oleh penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas. Hal inilah yang menjadi nyawa KPU kabupaten Sumbawa dalam melaksanakan seluruh tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Sumbawa tahun 2015.

Komitmen di atas diwujudkan oleh KPU Sumbawa dengan mendorong lahirnya demokrasi substansial di setiap tahapan pemilihan. Di tahapan persiapan, KPU Sumbawa menjalin MOU atau perjanjian kerjasama dengan stake holder terkait yaitu pihak kepolisian, inspektorat, dan kejaksaan tentang pelaksanaan Pemilukada Yang Bersih, Berintegritas dan Bebas Korupsi. Inilah yang menjadi brand image KPU Sumbawa dalam melaksanakan pemilukada tahun 2015, sekaligus meraih kepercayaan publik bahwa pemilukada di kabupaten Sumbawa tidak hanya dilaksanakan dengan profesional akan tetapi juga bebas korupsi terutama dalam pengelolaan anggaran pemilukada.

Semangat untuk melahirkan pemilih yang cerdas dan partisipatif ditunjukkan pada saat tahapan kampanye. Tahap kampanye ini dapat dikatakan merupakan tahapan emas, karena puncak acara ada di tahapan ini, dimana pemilih diuji kedewasaanya dalam berpolitik dengan terbiasa dengan perbedaan pilihan dan pendapat. Di tahapan ini dirancang sedemikian rupa, sehingga proses kampanye menjadi media pendidikan politik yang efektif dan mencerdaskan baik bagi pasangan calon maupun pemilih. Bagi pasangan calon menjadi wadah untuk menawarkan visi, misi dan program kerja kepada pemilih, dan dalam waktu yang bersamaan kampanye menjadi alat bagi pemilih untuk mengetahui dan memahami visi, misi dan program kerja pasangan calon sebagai referensi untuk kemudian menentukan pilihan, karena pasangan calon hadir secara utuh dan nyata, audio dan visual.

Salah satu metode kampanye yang diatur oleh PKPU No 7 Tahun 2015 adalah metode debat kandidat atau debat publik. Debat publik ini menjadi primadona metode kampanye karena dilaksanakan di lapangan terbuka dan dilaksanakan sebanyak tiga kali di zona dan tema yang berbeda. Fenomena ini menjadi sesuatu yang langka, karena hanya KPU Kabupaten Sumbawa satu satunya penyelenggara pemilu di Indonesia yang melaksanakan debat publik di lapangan terbukadan disaksikan oleh ribuan masyarakat.

Zona pertama berlokasi di kantor bupati sumbawa mewakili Sumbawa bagian tengah dengan tema birokrasi dan pemerintahan, kependudukan, kesehatan, dan industri.Zona kedua berlokasi di kec Alas mewakili Sumbawa bagian barat dengan tema investasi, budaya dan pariwisata, buruh migran, perlindungan anak dan perempaun. Zona ketiga dilaksanakan di kec. Plampang mewakili Sumbawa bagian timur dengan tema pertanian, peternakan, martim dan tata ruang.

Tema di masing masing zona disesuaikan dengan persoalan dan isu yang berkembang di masing masing zona. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong pasangann calon untuk memilki pengetahuan dan pemahaman persoalan secara holistik di semua zona yang sudah ditentukan oleh KPU kabupaten Sumbawa. Hal ini juga untuk memberikan kepuasan kepada pemilih karena materi kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya dan lingkungan mereka.

Manfaat lain dari debat publik terbuka adalah Pemilih dapat melihat bagaimana 'performance' paslon di atas panggung, gaya bicara yang digunakan, kematangan paslon dalam memberikan argumentasi, sampai dengan kostum yang dikenakan. Sehingga memberikan manfaat bagi tersedianya informasi secara lebih utuh (kaffah) tentang pasangan calon, yang kemudian diolah oleh pemilih menjadi sebuah keputusan untuk memilih siapa dan kenapa di bilik suara.

Inilah salah satu daya tarik yang menjadikan debat publik terbuka diburu masa agar dapat menyaksikan secara langsung proses debat antar pasangan calon. Ini tentu merupakan partisipasi politik masyarakat, karena masyarakat secara sukarela mendatangani arena debat terbuka untuk mendengar dan menyaksikan performance dari para paslon.

Tepuk tangan riuh simpatisan mewarnai Debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa tahun 2015 yang berlangsung dengan sukses, aman, damai, ramai dan meriah di tiga zona debat publik. Tidak ada bentrok masa karena perbedaan pilihan dan pendapat seperti yang sering dikhawatirkan oleh banyak pihak. Ribuan masa memadati lapangan debat kandidat dengan semangat toleran dan menghargai perbedaan pilihan diantara mereka. Sebuah ciri masyarakat yang sangat demokratis.

Acara yang dibalut dengan nuansa adat Sumbawa, memberi kesan sakral sekaligus santai di tengah persepsi orang bahwa politik itu sesuatu yang menegangkan. Pilkada Sumbawa harus "maras" demikian disampaikan oleh ketua KPU Sumbawa dalam setiap kesempatan. Maras artinya asyik. Pilkada Sumbawa diwarnai suasana gembira, senang, jauh dari intimidasi apalagi kekerasan. Fenomena yang dipertontonkan oleh simpatisan dan masyarakat yang menyaksikan debat publik paslon sesungguhnya telah menerapkan tatanan nilai yang dibutuhkan bagi tumbuh dan berkembangnya partisipasi politik yang cerdas, diantaranya adalah menerima dan menghargai persamaan, keterbukaan, perbedaan pendapat, dan berpikir mempertanyakan.

Inilah salah satu daya tarik yang menjadikan debat publik terbuka diburu masa agar dapat menyaksikan secara langsung proses debat antar pasangan calon. Ini tentu merupakan partisipasi politik masyarakat, karena masyarakat secara sukarela mendatangani arena debat terbuka untuk mendengar dan menyaksikan performance dari para paslon.

Kompetisi antar paslon begitu terasa pada saat moderator membuka acara dan mulai mengajukan pertanyaan. kepada ketiga pasangan calon. Gemuruh tepuk tangan masing masing simpatisan pasangan calon membuat suasana menjadi semakin meriah dan mengasyikkan. Seluruh simpatisan dan masyarakat yang hadir terbawa irama demokrasi, bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengemukakan pendapatnya dan untuk itu harus dihargai. Tidak ada kata benar dan salah, masing masing benar tergantung dari sudut mana dan paradigma apa yang digunakan. Tidak ada anarkisme dalam mempertahankan pendapat.

Fenomena yang dipertontonkan oleh simpatisan dan masyarakat yang menyaksikan debat publik paslon sesungguhnya telah menerapkan tatanan nilai yang dibutuhkan bagi tumbuh dan berkembangnya partisipasi politik, diantaranya adalah menerima dan menghargai persamaan, keterbukaan, perbedaan pendapat, dan berpikir mempertanyakan.

Tidak berlebihan jika kemudian proses kampanye ini disebut sangat demokratis karena menjunjung tinggi nilai –nilai demokratis. Hal ini berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948, perjanjian Internasional tentang hak hak sipil dan politik 1960 yang merumuskan 15 aspek pemilu yang demokratis yang salah satu poinnya adalah pelaksanaan kampanye yang menjunjung tinggi nilai kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dan berkumpul serta akses terhadap para pemilih dan semua pihak yang terkait (stake holder) dalam proses kampanye. (Topo Santoso dkk, dalam penegakan hukm pemilu hal : 11, 12 dan 15).

  • LALU AKSAR ANSHORI, SP
    Ketua KPU Prov NTB
  • YAN MARLI, M.MPd., M.Pd
    Anggota KPU
  • H. ILYAS SARBINI, SH., MH
    Anggota KPU
  • SUHARDI SOUD, SE
    Anggota KPU
  • HESTY RAHAYU, ST., MM
    Anggota KPU
 
  • MARS ANSORI WIJAYA
    SEKRETARIS KPU PROVINSI NTB
  • I MADE MERTA ARTA, SH., MH
    KEPALA BAGIAN PROGRAM, DATA ORGANISASI DAN SDM
  • BAIQ NELLY YUNIARTI, AP., M.Si
    KEPALA BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK
  • H. SUHAILI, SH., MH
    KEPALA BAGIAN HUKUM, TEKNIS DAN HUPMAS
  • MUHAMMAD TAJUDDIN, S.Sos., MM
    KEPALA SUB BAGIAN TEKNIS DAN HUPMAS
  • KIAGUS NOVIAN PRIBADI, ST
    KEPALA SUB BAGIAN SDM
  • RIDWAN, S.Adm
    KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN LOGISTIK
  • NINING WAHYUNI, SE
    KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN
  • ARMIANI BASRI, S.SOS
    KEPALA SUB BAGIAN PROGRAM DAN DATA
  • BAIQ AGUSTINA TRESNADEWI, SH
    KEPALA SUB BAGIAN HUKUM
 
 

Polling PPID

Apakah Saudara Puas Dengan Layanan Keterbukaaan Informasi KPU Provinsi NTB : SANGAT PUAS, PUAS, CUKUP, PERLU DITINGKATKAN?

Sangat Puas
Puas
Cukup
Perlu Ditingkatkan

Hasil Polling Web

Sangat Puas 67%
Puas 33%
Cukup 0%
Perlu ditingkatkan 0%
 
Aplikasi Android PPID KPU Provinsi NTB
C1 PILEG 2014
C1 PILPRES 2014
Sidalih
E-PPID
E-JDIH
LOGISTIK
Pilkada 2015
website KPU Kota Mataram
KPU LOMBOK BARAT
KPU Lombok utara
KPU Lombok Tengah
KPU Lombok Timur
KPU Sumbawa Barat
KPU Sumbawa
KPU Dompu
KPU Kabupaten Bima
KPU Kota Bima